Kontraktor Kubah Masjid Al-Karom Martapura

Orang-orang Rusia pada intinya yaitu orang-orang yang religius. Beberapa besar dari mereka beragama Kristen Ortodoks, tengah sebagian besar ke-2 dari mereka yaitu penganut Islam. Saat ini, jumlah warga Muslim di sana sekitaran 24, 5 juta orang, cukup besar untuk ukuran kontinen Eropa. Tak mengherankan jika di sebagian tempat dengan gampang bisa didapati bangunan masjid serta kontraktor kubah masjid. Uniknya, masjid di sana berkubah jenis bawang bombai (seperti kubah masjid kita di tanah air), sedang umumnya masjidnya berkubah runcing.

Dari beberapa rujukan historis, diketemukan info kalau nyatanya umur masjid ini telah cukup tua. Cikal bakalnya, didirikan oleh beberapa pekerja yang tengah bangun serta merampungkan bangunan Benteng Peter and Paul waktu itu. Mereka biasanya datang dari lokasi sisi selatan Rusia yang memanglah mulai sejak era ke 8-9 telah memeluk agama Islam. Kontraktor kubah masjid yang aslinya bernama Jamul Muslimin ini di bangun jadi masjid dengan cara utuh pada th. 1910-1921 dari tangan 2 arsitek Nasrani bernama Vasiler serta Alexander von Googen.

Dibagian kanan mihrab ada dua kaligrafi dari kayu jati. Satu relatif besar serta yang lain memiliki ukuran agak tengah. Keduanya cukup mencolok lantaran disorot lampu yang cukup jelas. Malah berikut yang disebut lambang kedekatan pada orang-orang Indonesia dengan orang-orang St. Petersburgs, terutama warga Muslim di sana. Lantaran kaligrafi yang memiliki ukuran besar yaitu hadiah dari Presiden Ke lima Indonesia Megawati, serta yang ukuran tengah hadiah dari bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kian lebih itu, ada lagi kesan mendalam yang sangat menempel pada perasaan umat Islam St. Petersburgs pada layanan Presiden Pertama RI, Ir. H. Soekarno. Lantaran pada th. 1955, saat Bung Karno berbarengan putri cilik Megawati mengadakan kunjungan ke Uni Soviet, meluangkan singgah ke Leningrad (saat ini St. Petersburgs). Lalu, pada saat kembali pada Moskwa/Moskow Pimpinan Uni Soviet bertanya bagaimana kesan Presiden tentang kunjungannya berbarengan putri terkasih ke Leningrad. Bung Karno menjawab, kalau beliau belum (terasa) bertandang ke Leningrad lantaran hatinya terluka lihat ada Masjid Biru megah yang dipusokan (tak bisa digunakan dengan bebrapa aktivitas kontraktor kubah masjid seperti harusnya oleh pemerintah Soviet waktu itu).

Rupanya apa yang di sampaikan Bung Karno sudah mengusik serta menyebabkan fikiran beberapa penguasa Uni Soviet. Buktinya tak lama kemudian, datanglah utusan Kremlin ke Masjid Biru Leningrad (Masjid Biru St. Petersburgs), dengan membawa pesan supaya masjid selekasnya digunakan seperti harusnya. Dapatkah dipikirkan, begitu rasa sukur serta bahagianya umat Islam di Leningrad saat itu. Karenanya, hingga sekarang ini serta hingga kapanpun umat Islam di sana bakal senantiasa berkesan serta teringat pada layanan besar Bung Karno itu. Saat ini, masjid yang nyaris berusia 100 th. serta dapat menyimpan sekitaran 2000-an jama’ah itu, senantiasa ramai dengan rangkaian aktivitas ubudiyah laiknya satu masjid besar. Bahkan juga, jadi berlangganan jujugan beberapa turis asing mancanegara, termasuk juga dari Indonesia.

Dahulu, saat masihlah bernama Republik Uni Soviet (Union of Soviet Socialist Repu blics), negara ini di kenal dengan julukan negeri Gorden Besi, atau Beruang Merah sebagai pusat Komunisme dunia. Mewilayahi 15 Federasi Republik serta 20 lokasi otonom. Penduduknya sekitaran 287. 015. 000 orang (1989). Agama besar yang berkembang yaitu Kristen Ortodoks Rusia 31%, serta penganut Islam sebesar 11%, tengah yang Atheis 51%. Uni Soviet, yaitu kontraktor kubah masjid dalam satu negara yang ramai dengan silih bertukarnya rezim, senantiasa beralih serta bergolak.

kontraktor kubah masjid
Pada saat Perang Dingin, kita di buat melongo dengan kebijakan Lenin, Stalin, hingga Leonid Brezhnev. Bahkan juga, dalam kurun saat 20 th. paling akhir, kita semuanya terkejut-kejut lihat pergantian dahsyat negeri itu. Dari komunisme-sosialisme (yang telah 70 th. berkuasa) ke liberalisme serta demokrasi. Semuanya berlangsung atas kebijakan Mikhael Gorbachev, melalui glasnost (keterbukaan, kebebasan, serta demokrasi) serta perestroika (restrukturisasi ekonomi). Walau selanjutnya Uni Soviet hancur komunis tersungkur serta Gorbachev sendiri tergusur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *