Indonesia Jajaki Kerja Sama Dengan Australia Terkait Bawang Putih

Upaya kerja sama dalam bidang riset dan pengembangan komoditas bawang putih dijajaki Indonesia dan Australia. Hal ini dikatakan Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa lembang) Catur Hermanto melalui penjelasan tertulis di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Kerja sama itu rencananya dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melewati Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Sementara tersebut dari pihak Australia akan dilaksanakan oleh Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR).

Catur Hermanto menuliskan bahwa dengan adanya kerja sama riset tersebut, diinginkan permasalahan utama dalam komoditas bawang putih bisa tertangani dengan baik. Masalah-masalah tersebut seperti ketersediaan varietas unggul, perbenihan, dan kiat budi daya.

“Ketersediaan bibit bawang putih menjadi kendala tersendiri dalam upaya pengembangan bawang putih,” katanya.

Sudah semenjak lama semua petani terutama yang dulu wilayahnya sebagai sentra penghasil bawang putih tidak tertarik menanam. Penyebab utamanya sebab harganya tidak jarang kali anjlok sehingga semua petani merugi.

Akhirnya semua petani berpindah ke tumbuhan lain yang lebih menjanjikan keuntungan. Imbasnya, embrio bawang putih yang seringkali disisihkan untuk embrio akhirnya dipasarkan untuk konsumsi atau rusak.

Apa itu terasering dan manfaatnya

Terasering ialah bangunan konservasi tanah dan air secara mekanis yang diciptakan untuk memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng dengan jalan ekskavasi dan pengurugan tanah melintang lereng. Tujuan penciptaan teras ialah untuk meminimalisir kecepatan aliran permukaan (run off) dan memperbesar peresapan air, sampai-sampai kehilangan tanah berkurang (Sukartaatmadja 2004).

Terdapat sekian banyak cara mekanik dalam menyangga erosi air dan angin. Cara utama ialah dengan menyusun mulsa tanah dengan teknik menyusun gabungan dedaunan dan ranting pohon yang berjatuhan di atas tanah; dan menyusun penahan aliran air, contohnya dengan menyusun teras-teras di perbukitan (terasering) dan pertanian berkontur.

Penanaman pada terasering dilaksanakan dengan menciptakan teras-teras yang dilaksanakan untuk meminimalisir panjang lereng dan menyangga atau memperkecil aliran permukaan supaya air bisa meresap ke dalam tanah. Jenis terasering antara beda teras datar, teras kredit, Teras Guludan, dan teras bangku.

Jadi secara garis besar terasering ialah kondisi lereng yang diciptakan bertangga tangga yang dapat dipakai pada timbunan atau galian yang tinggi dan bermanfaat untuk:
– Menambah stabilitas lereng
– Memudahkan dalam perawatan (Konservasi Lereng)
– Memperpanjang wilayah resapan air
– Memperpendek panjang lereng dan atau memperkecil kemiringan lereng
– Mengurangi kecepatan aliran permukaan (run off)
– Dapat dipakai untuk landscaping